Aktivis Muhammadiyah Tolak Jadi Wamen, SUDRA: Boleh Jadi Porsinya Kurang Setimpal

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

jpnn. com , JAKARTA – Direktur Eksekutif Ujung Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai keputusan Seskum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menegasikan menjadi wakil menteri di kabinet Indonesia Maju patut diapresiasi.

Kendati demikian, katanya, keputusan Mu’ti itu agaknya juga mengundang tafsir publik.

Menurut Fadhli, karena wamen juga posisi yang dipilih secara politik, maka masyarakat juga berasumsi lain mengenai alasan yang dikemukakan Abdul Mu’ti.

Baca Pula:

Ia menduga terkait pembagian kekuasaan di dalam reshuffle kabinet Indonesia Maju dirasa masih kurang seimbang.

“Bicara integritas, bungkus Mu’ti sudah tak diragukan sedang lah. Namun boleh jadi porsinya kurang seimbang. Kan bisa-bisa saja orang nyangka itu NU mampu Menag, tapi Muhammadiyah cuma dapat wamen. Ya kira-kira begitu, kalo mau menduga-duga, ” kata Fadhli, Rabu.

Bertambah lanjut ia mengatakan, apalagi sebelumnya banyak informasi yang beredar bahwa Mendikbud Nadiem Makarim bakal diganti tetapi ternyata masih aman.

Baca Juga:

Dari asumsi awal, kata Fadhli, bila Nadiem diganti maka penggantinya bermula dari kader Muhammadiyah, dan jika Menag diganti maka diberikan kepada kader NU.

“Tetapi ternyata yang lolos pemeriksaan kader NU. Gus Yaqut (Yaqut Cholil Qoumas) itu kan NU yang di PKB. Itu (NU) masih ditambah Wakil Menteri Pertanian yang diisi Mas (Harvick) Hasnul Qolbi yang Bendahara PBNU. ”