Dana Cukai Kendari Fasilitasi Ekspor Perdana Ikan Hias ke Brunei Darussalam

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

jpnn. com , KENDARI – Kepala Biro Bea Cukai Kendari Denny Benhard Parulian mengatakan kecantikan ikan hias asal segara Indonesia cukup diminati oleh pasar luar negeri, salah satunya adalah di negara Brunei Darussalam.

Hal itu disampaikan Denny setelah membantu terlaksananya ekspor perdana komoditas ikan hias milik CV Nurafia Marine Fish.

“Keindahan ikan memper dari laut Indonesia memikat perhatian berbagai negara dalam dunia, salah satunya ialah Brunei Darussalam yang terseret dengan ikan hias sejak perairan Sulawesi Tenggara, ” kata Denny, Kamis (29/4).

Membaca Juga:

Ekspor pertama ikan hias dari Sulawesi Tenggara (Sua) itu dikerjakan oleh CV. Nurafia Marine Fish pada Rabu (28/4). Perusahaan itu mengekspor sebesar 2. 236 ekor yang terdiri dari tujuh patos jenis ikan hias air laut, dengan nilai devisa sebesar USD644, 70.

Pelepasan ekspor perdana dilaksanakan di Pangkalan Kargo Bandara Halu Oleo Kendari oleh Bea Tol Kendari bersama dengan Badan teknis terkait, yaitu Disperindag, BKIPM, Unit Penyelenggara Bandara Halu Oleo, dan Udara Pura Logistik, yang terlibat dalam Tim Klinik Ekspor Sua.

Menurut Denny, pelaksanaan ekspor perdana ikan hias itu merupakan wujud kerja sama yang baik antara eksportir dengan Bea Cukai Kendari dan instansi teknis terkait yang tergabung dalam Awak Klinik Ekspor Sua.

Baca Selalu:

Selama 2021 itu Tim Klinik Ekspor Menghadapkan telah bersinergi dalam melayani asistensi kepada calon eksportir dan telah berhasil melahirkan ekspor perdana untuk berbagai macam komoditi yaitu Pala, Mete, Residu Sawit, Mutiara dan yang terbaru yaitu ikan hias.

“Bea Cukai Kendari akan terus mendukung ekspor langsung dari Sulawesi Tenggara yang merupakan salah mulia program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), untuk peningkatan ekonomi masyarakat di Sulawesi Tenggara, ” ujar Denny.