Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Susan Urai Bau Busuk Ekspor Benih Lobster

jpnn. com , JAKARTA – Menteri Kelautan serta Perikanan  Edhy Prabowo ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pada Rabu (25/11) dini hari terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor baby lobster.

Koalisi Rakyat buat Keadilan Perikanan (Kiara) menginginkan KPK mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut.

“KPK harus mengusut tuntas korupsi ini sampai ke akar-akarnya. Seluruh jaringan dengan terlibat perlu dibongkar dan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia, ” sebutan Sekjen Kiara Susan Herawati pada Jakarta, Rabu.

Baca Juga:

Susan Herawati membuktikan masyarakat Indonesia dikejutkan dengan interpretasi yang dilakukan oleh KPK kepada Edhy Prabowo di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (25/11) dinihari, sepulangnya dari kunjungan ke Amerika Serikat.

“Banyak hal yang tidak transparan dan akuntabel dalam kebijakan ekspor benih bening lobster ini, ” ucapnya.

Ia mengatakan, tidak ada kajian ilmiah yang melibatkan Upah Pengkajian Sumber Daya Ikan pada penerbitan Peraturan Menteri KP No. 12 Tahun 2020 tentang tata lobster, kepiting, dan rajungan.

Baca Juga:

Apalagi, masih menurut dia, pembahasannya mengarah tertutup serta tidak melibatkan nelayan penangkap dan pembudidaya lobster.

“Penetapan kebijakan ekspor benih lobster tidak mempertimbangkan iklim sumber daya ikan Indonesia yang existing. Pada statusnya pada tahun 2017 dinyatakan dalam kondisi fully exploited dan over exploited, ” papar Susan.