jpnn. com – AKHIRNYA saya ke lapangan golf. Dan menggerakkan stik.

Itulah untuk baru kali, dalam hidup, saya menggerakkan stik golf. Aneh: kepala stiknya bisa mengenai bola. Bolanya pun bisa terbang cukup jauh.

Harian Disway-lah yang membuat saya ke lapangan golf. Untuk memenuhi permintaan rekanan, yakni pemilik lapangan golf itu: Bukit Darmo Golf (BDG) Surabaya.

Baca Juga:

Keadaan itu, Minggu lalu, ada perlawanan golf di situ. Harian Disway harus membuka acara itu.

Saya datang bertambah pagi. Agar pelatih di danau sempat mengajari saya memegang stik. Lalu cara mengayunkannya.

Baru tiga kali ayunan waktu pembukaan pun tiba. Oleh sebab itu saya lebih banyak berdoa daripada berusaha: ups… bisa juga.

Baca Juga:

Siangnya saya harus menyerahkan piala pada para juara. Saya pun banyak mengobrol mengenai siapa pemilik lapangan golf itu. Yang belakangan lemah.

Saya terang bos di situ. Saya serupa kenal adiknya. Bahkan saya muncul saat lapangan golf itu sedang dibangun. Bukan sebagai tamu, namun sebagai wartawan.