Sesuai Apa Arus Bawah Bahar yang Disebut-sebut Penyebab Tenggelamnya KRI Nanggala-402?

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Citra satelit NASA berhasil merekam gelombang aliran bawah laut di segara Selat Lombok pada tarikh 2016. Wilayah ini lumrah memiliki arus bawah bahar yang kuat.   (NASA:   Jeff Schmaltz, TRENDI Land Rapid Response Team, NASA GSFC)

jpnn. com – Tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 dengan  53 orang awak kemungkinan disebabkan oleh faktor arus lembah laut di perairan Bahar Bali.

Pihak TNI Angkatan Laut memperkirakan arus bawah bahar yang kuat atau dikenal dengan sebutan internal solitary wave sebagai faktor pengantara tenggelamnya kapal yang cukup melakukan latihan tersebut.

Kini diketahui kapal selam ini berkecukupan di dasar laut secara kedalaman 838 meter, jauh di luar jangkauan regu penyelamat.

Pihak berwenang telah menyatakan tidak ada kemungkinan adanya awak kapal selam yang selamat.

Lantas, apa yang terjadi sehingga kapal selam tersebut terbelah tiga dan tenggelam?

Tersedia banyak teori telah muncul, tetapi pihak berwenang mengucapkan ada bukti arus lembah laut – yang mampu menimbulkan tarikan vertikal yang kuat di bawah latar laut – terjadi dalam Laut Bali ketika kapal selam itu menghilang dalam Rabu pagi pekan berserakan.

Meninggalkan perairan berbahaya

Selat Lombok antara Pulau Bali dan Pulau Lombok terkenal karena menghasilkan gelombang arus kolong laut yang intensif dekat setiap dua minggu seluruhnya.

Lembaga antariksa AS NASA membuktikan kombinasi arus pasang surut yang kuat, dasar bahar yang kasar dan aliran air antara dua saluran – satu dangkal serta satunya dalam – cenderung terjadi bersamaan setiap 14 hari dan menciptakan cucuran pasang surut yang sangat kuat.